BOOK REVIEW

Udah Jadi Copywriter Sebelum Jadi Copywriter

Saya mengenal Budiman Hakim sejak hari pertama menjadi mahasiswa Fakultas Sastra UI, tahun 1984, di Rawamangun. Dia mahasiswa Sastra Prancis, saya Sastra Inggris. Budiman, buat saya, adalah tipe bintang. Entah bagaimana, dia selalu punya kemampuan […]

BERITA TERKINI

Novelis_web
Sang Novelis Legendaris Buka Rahasia Menulis Novel

Dua kelas penuh sesak oleh siswa yang ingin menyimak jurus penulisan dari Ibu Maria A. Sardjono. Membludaknya jumlah siswa yang ikut jadi jadi peserta boleh dibilang di luar perkiraan. Awalnya, pihak sekolah SMKN 1 Bantul […]

BUKU BARU

Kisah Mata (Edisi Kedua)

16464198_157693984736730_8390960224739000320_n

Najwa Shihab, menunjukan buku Kisah Mata di acara Mocosikfestival Yogyakarta, Februari 2017.

Messaris: Fotografi sebagai Keberaksaraan Visual

Dalam teori yang digali dari Paul Messaris, gambar-gambar yang dihasilkan manusia, termasuk fotografi, bisa dipandang sebagai suatu keberaksaraan visual.

Dengan kata lain, gambar-gambar itu bisa dibaca.

Sehingga, konsenkuensi pendapat ini, gambar-gambar pun merupakan bagian dari suatu cara berbahasa.

Psikologi Musik

Dapat dipastikan bahwa buku Psikologi Musik ini mampu membantu mempertajam sudut pandang terhadap musik sebagai sebuah sains.
— Fx. Sutopo, Pendidik Musik dan Komponis

Buku ini ditulis berdasarkan riset pustaka yang sangat intensif. Penulis mempersembahkan kepada Pembaca suatu penertian yang mendalam tentang hubungan Musikologi dan Psikologi. KArya ini adalah sebuah kontribusi yang signifikan bagi pemahaman vetapa besar peranan musik dalam kehidupan manusia.
— Prof. Dr. Djamaludin Ancok, Guru Besr Ilmu Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Sepanjang pengetahuan saya, buku ini merupakan buku pertama di Indonesia yang mengaitkan antara musik dengan aspek-aspek psikologis dan kultur secara luas. Saya berharap buku ini menjadi teks yang menyenangkan untuk dibaca dan dipahami isinya, serta menjadi stimulan untuk lahirnya buku-buku sejenis dalam konteks verbal deskriptif.
— Prof. Dr. I Made Bandem, Guru Besar Etnomusikologi, ISI Yogyakarta

Buku Psikologi Musik ini menguraikan secara jelas dan rinci tentang pengaruh musik, di samping uraian musik dan psikologi. Buku ini tidak saja penting bagi mahasiswa namun perlu pula bagi semua pihak yang bergelut dalam dunia musik, baik sebagai pencipta, komposer, maupun bagi mereka yang ingin memerdalam pengetahuannya tentang hakekat musik.
— A.T. Mahmud, Pendidik dan Penulis Lagu Anak

Jurnalisme di Cincin Api

“Indonesia negeri yang rawan bencana. Karena itu masyarakat perlu mengetahui karakteristik bencana alam tersebut. Media massa, termasuk para jurnalisnya adalah bagian dari ‘unsur’ yang berperan dalam informasi mengenai bencana. Meida massa bahkan berperan penting sebagai sistem informasi peringatan dini. Karena itu, perlu untuk mengetahui segalanya yang berkaitan dengan bencana, agar penyajiannya kepada masyarakat bisa seperti yang diharapkan. Saya berharap, buku ini bisa memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat dan jurnalis. bagus untuk dibaca.”

— Prof Dr. Sudibyakto M.S.,
Pakar Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada dan Unsur Pengarah Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB)

“Ketika wartawan meliput bencana alam, ibarat meliput konflik yang yang multidimensi. Karena itu, ada yang kemudian tampil seadanya, sehingga hasilnya seragam, misalnya soal jumlah korban, bantuan dari mana saja, dan sebagainya. Oleh sebab itu, semua media menjadi sama liputannya. Selain itu banyak wartawan ke lapangan tanpa persiapan memadai, padahal beragam yang harus diketahui agar reportasenya berjalan baik, lebih dalam serta tidak seragam. Misalnya, dari peralatan kerja sampai pengetahuan soal kebencanaan. Karena itu, buku ini sangat diperlukan sebagai panduan dalam peliputan semacam itu, yang disusun berdasarkan pengalaman pribadi selama menulis ‘cincin api’ yang berdampingan dengan bencana alam. Tidak bisa dihindari, tetapi mengelola lebih baik dan bijak.”

— H. Margiono, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

BUKU TERLARIS

Udah Jadi Copywriter Sebelum Jadi Copywriter

Saya mengenal Budiman Hakim sejak hari pertama menjadi mahasiswa Fakultas Sastra UI, tahun 1984, di Rawamangun. Dia mahasiswa Sastra Prancis, saya Sastra Inggris.

Budiman, buat saya, adalah tipe bintang. Entah bagaimana, dia selalu punya kemampuan untuk membuat banyak orang—teman-teman—berkerumun di sekitarnya. Dan terhibur. Main gitar, jago. Nyanyi, apa lagi. Udah gitu, dia seperti punya mata air cerita-cerita lucu, yang tak pernah berhenti mengalir. Boro-boro kesepian, kalo deket-deket dia bersiaplah bawa perbendaharaan ngakak yang banyak. Dijamin ludes dalam waktu singkat.

Dan kalo saya bertanya, “Bud, kok lo dapet aja sih cerita-cerita, pengalaman-pengalaman lucu model gitu?” Jawabnya kurang lebih seperti ini, “Jim, sebenernya cerita-cerita dan pengalaman-pengalaman yang lucu itu dialami setiap orang dan ada di sekitar kita. Masalahnya, mau nggak kita mencatat dan mengumpulkannya, untuk kemudian kita bagi ke orang-orang di sekitar kita?”

Sambil ngangguk-ngangguk saya ngegeremeng dalam hati, “Beeetuuulll juuugaaa, yaaa!”

Kalo ditelaah, ada 3 modal penting yang harus dimiliki oleh seorang copywriter andal dalam jawaban itu:

  • Ketajaman Pengamatan. Benar-benar membuka mata dan telinga lebar-lebar, agar bisa menyerap segala sesuatu yang menarik.
  • Kemampuan memilah-milih, mana yang sekiranya bakal mampu menyentuh emosi atau urat tawa orang dan mana yang bakal garing.
  • Hasrat Berkabar. Keinginan kuat untuk berbagi hal-hal positif yang bermanfaat buat orang lain.

Dan Budiman memiliki ketiganya dalam jumlah masif, bahkan sejak dia mahasiswa! Sebelum mengenal dunia advertising sama sekali.

Nggak cukup sampai di situ, bakat menulisnya juga gede banget. Taunya saya itu, gara-gara pas udah pindah kuliah di Depok. Suatu hari Budiman dateng ke kampus, pake kaos bertuliskan (maaf) “NG**T*T” ditulis dalam huruf kapital dengan ukuran besar. Terus di bawahnya ada tulisan “adalah kata yang tak pantas diucapkan” ditulis dalam huruf biasa dengan ukuran kecil, yang panjangnya dibikin sama dengan kata berhuruf kapital di atasnya.

Konon kabarnya, desain kaos itu dia juga yang bikin. Gokil!

Budiman sudah jadi Copywriter dan Art director sekaligus bahkan sebelum dia kerja jadi Copywriter pertama kali di Aim Communications Advertising! Makanya saya nggak heran kalo kemudian karya-karya advertising-nya, baik yang ada di tv, print, radio, dan media lainnya itu sering kali menyentuh hati para juri Citra Pariwara, Phinastika, bahkan juri New York Festival.

Saya juga nggak heran kalo buku-bukunya itu—termasuk buku yang sedang sampeyan baca ini—enak dibaca, mudah dipahami, gamblang, sering bikin pembacanya senyum-senyum sendiri, tertawa terbahak-bahak, atau berkaca-kaca matanya saking terharunya. Atau, kayak saya, bilang keras-keras di depan orang banyak, “Kurang ajar lo, Bud!” Saking bagusnya tulisan dia.

Nah, kalo ada yang mau jadi Copywriter, pengen bikin copywriting bagus, tapi nggak mau belajar dari orang model Budiman gini dan nggak mau baca buku ini dari huruf pertama sampai titik terakhir, tanpa ada yang kelewatan; maka copywriting bukan dunianya. Copywriter bukan profesinya.

Cari aja kerjaan laen sana! Yang nggak ada urusannya sama kata-kata!

 

Jakarta, 10 Februari, 2015

Rizky Nur Zamzamy

Salah seorang partner Budiman dalam mendirikan MACS909

Psikologi Musik

Dapat dipastikan bahwa buku Psikologi Musik ini mampu membantu mempertajam sudut pandang terhadap musik sebagai sebuah sains.
— Fx. Sutopo, Pendidik Musik dan Komponis

Buku ini ditulis berdasarkan riset pustaka yang sangat intensif. Penulis mempersembahkan kepada Pembaca suatu penertian yang mendalam tentang hubungan Musikologi dan Psikologi. KArya ini adalah sebuah kontribusi yang signifikan bagi pemahaman vetapa besar peranan musik dalam kehidupan manusia.
— Prof. Dr. Djamaludin Ancok, Guru Besr Ilmu Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Sepanjang pengetahuan saya, buku ini merupakan buku pertama di Indonesia yang mengaitkan antara musik dengan aspek-aspek psikologis dan kultur secara luas. Saya berharap buku ini menjadi teks yang menyenangkan untuk dibaca dan dipahami isinya, serta menjadi stimulan untuk lahirnya buku-buku sejenis dalam konteks verbal deskriptif.
— Prof. Dr. I Made Bandem, Guru Besar Etnomusikologi, ISI Yogyakarta

Buku Psikologi Musik ini menguraikan secara jelas dan rinci tentang pengaruh musik, di samping uraian musik dan psikologi. Buku ini tidak saja penting bagi mahasiswa namun perlu pula bagi semua pihak yang bergelut dalam dunia musik, baik sebagai pencipta, komposer, maupun bagi mereka yang ingin memerdalam pengetahuannya tentang hakekat musik.
— A.T. Mahmud, Pendidik dan Penulis Lagu Anak

Saya Pengen Jadi Copy Writer

Walah…Kok jadi gampang banget ya menulis! Budiman Hakin dengan cerdas dan sederhana mangajarkan menulis dengan menggali ide dari keseharian kita. Jangan-jangan semua orang bisa menulis setelah membaca buku ini sehingga punahlah profesi Copywriter. Om bud memang piawai menulis buku, Selamat!

Hastjarjo B. Wibowo
— Praktisi, Aktivis, Akademisi Desain Komunikasi Visual, dan Dosen Binus

Kalo bicara tentang copywriting, saya tidak bisa melepaskan sosok yang satu ini. Budiman Hakim, atau kami memanggilnya om Bud. Beliau mengajarkan kunci jadi copywriter adalah “Perhatikan Sekitarmu”. Sepertinya mudah, padahal susah banget. Butuh kepekaan yang harus diasah terus-menerus. Seperti yang ditulis dalam buku ini, bagaimana om Bud begitu peka dengan keadaan sekeliling dan bisa menjadi copy yang menarik. Saya selalu iri dengan copywriter, dengan hanya menggunakan kata-kata bisa mempengaruhi orang bahkan mengajak orang berubah. Om Bud dengan kepekaan luar biasa dan jam terbang yang panjang memberikan pembelajaran yang bagus di dalam bukunya. Belajar copywriter dari sekitar kita. Bersiaplah untuk terhanyut!

Ainun Chomsun
— Praktisi Digital Communication dan Founder Akademi Berbagi