Ajakan Si Mbok untuk Putrinya

Buku Si Mbok the Wise Thinker Nduk Ajaran ibu untuk Putrinya hadir menguak relasi antara ibu dan anak. Melalui buku ini, Sayekti Pribadiningtyas mengupas reasi vital lahir-batin antara ibu dan putrinya. Menurutnya, bagi ibu mencintai anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki. Ada ungkapan pengalaman, perasaan, ajaran, didikan, bahkan warisan yang perlu dilestarikan sang ibu kepada putrinya.

Kasih ibu memang tiada taranya. Pengorbanan yang dia lakukan untuk anaknya tidakakan setengah-setengah, apapapun yang dilakukan demi kesuksesan anak-anaknya. Perjuangan seorang ibu dalam menyambung naywa kita sebagi anak sangatlah berat dan banyak meneuai rintangan.

Dengan berbagai cara akan dilakukan seorang ibu untuk tetap membahagiakan sang buah hatinya, walaupun terkadang hati seorang ibu itu tersakiti oleh tingkah laku sang anak. Hal itu tak akan berubah rasa sayang seorang ibu terhadap anaknya dan ibu pun akan melakukan memaafkan segala bentuk kesalahan dari anaknya.

Seorang ibu memiliki kedudukan sangat mulia dan berpengaruh besar terhadap keluarga. Dalam kontek pendidikan anak, ibu adalah pendidik paling utama bagi setiap anak-anaknya. Selain itu, ibu adalah sosok paling dicitai oleh semua orang menjadi anutan mereka pula.

Dikasihi oleh ibu merupakan dasarterbentuknya penghargaan diri yang kuat dalam proses pembentukan diri anak perempuan. Dikasihi oleh ibu membuatnya melihat dan menerima bahwa dirinya berharga dan inilah bekal yang akan dibawakan ke kancah pergaulan, baik dengan sesama wanita walupun dengan pria. Kasih sayang ibu akan menjadi modal baginya untuk mengemban peran sabagai pengasuh atau pemberi kasih sayang.

Tugas ibu memang amat berat. Melalui sikap feminimnya, ibu berperan sebagai penjaga gawang sekaligus ‘striker’pencetak karakter anak. Tugas ini lebih berat dibandingkan sekedar merawat tubuh kembang anak.

Dalam bidang fisik, selain mengandung sembilan bulan, ibu pula yang memberikan gizi terbesar berupa ASI untuk kesehatan kita. Saat anak terbangun di malam hari, ibu pula yang meninabobokkan kembali sang anak.

Membaca buku setebal 118 halaman, pembaca akan memahamii relasi kuat antara ibu dengan putrinya. Melalui bukku ini, pembaca akan memahami makna hubungan ‘intim’ antara keduanya.

-Resensi by Emi Rosyidatul Muhaddiyah-