Ia yang Memikul Raganya

Ia yang Memikul Raganya adalah satu fragmen dari karya besar Centhini yang diadaptasi oleh Elizabeth D. Inandiak. Buku ini adalah jilid ketiga dari serangkaian jilid yang direncanakan. Jilid pertama berjudul Empat Puluh Malam dan Satunya Hujan, dan jilid kedua berjudul Minggatnya Cebolang yang telah diterbitkan Oleh Galangpress.

Jilid yang ketiga ini mengisahkan tentang pengembaraan Amongraga setelah ia meninggalkan istrinya dengan sedih hati. Dalam pengembaraan itu ia berkeinginan menyatu dengan Allah, sehingga ia mabuk dalam asyik-masyuk. Dia mendirikan padepokan di pantai Selatan Mataram. Santrinya mencapai empat ribu orang lebih, pria dan wanita. Namun mereka seolah tak mempunyai otak, seperti terkena guna-guna, karena terbawa oleh permainan sulap dua murid Amongraga, Jamal dan Jamil.

Akhirnya, bukan hanya karena mabuk dalam asyik-masyuk denga Gusti, tetapi juga karena keliaran laku dua muridnya itu, Amongraga dihukum mati oleh para ulama di tanah Mataram. Sebelumnya menerima hukuman ia berujar, “Kalau tangan-tangan edan memegang kekuasaan, harus dibunuh para nabi. Bunuhlah aku, oh abdi-abddi setiaku. Sebab membunuhku adalah menghidupkanku. Hidupku berada dalam matiku dan matiku dalam hidupku.”

Hukuman itu pun dijatuhkan, dengan dibuang ke samudra. Namun, justru samudra yang menyelamatkan Amongraga.