Jurnalisme di Cincin Api

“Indonesia negeri yang rawan bencana. Karena itu masyarakat perlu mengetahui karakteristik bencana alam tersebut. Media massa, termasuk para jurnalisnya adalah bagian dari ‘unsur’ yang berperan dalam informasi mengenai bencana. Meida massa bahkan berperan penting sebagai sistem informasi peringatan dini. Karena itu, perlu untuk mengetahui segalanya yang berkaitan dengan bencana, agar penyajiannya kepada masyarakat bisa seperti yang diharapkan. Saya berharap, buku ini bisa memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat dan jurnalis. bagus untuk dibaca.”

— Prof Dr. Sudibyakto M.S.,
Pakar Manajemen Bencana Universitas Gadjah Mada dan Unsur Pengarah Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB)

“Ketika wartawan meliput bencana alam, ibarat meliput konflik yang yang multidimensi. Karena itu, ada yang kemudian tampil seadanya, sehingga hasilnya seragam, misalnya soal jumlah korban, bantuan dari mana saja, dan sebagainya. Oleh sebab itu, semua media menjadi sama liputannya. Selain itu banyak wartawan ke lapangan tanpa persiapan memadai, padahal beragam yang harus diketahui agar reportasenya berjalan baik, lebih dalam serta tidak seragam. Misalnya, dari peralatan kerja sampai pengetahuan soal kebencanaan. Karena itu, buku ini sangat diperlukan sebagai panduan dalam peliputan semacam itu, yang disusun berdasarkan pengalaman pribadi selama menulis ‘cincin api’ yang berdampingan dengan bencana alam. Tidak bisa dihindari, tetapi mengelola lebih baik dan bijak.”

— H. Margiono, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.