Saya Pengen Jago Presentasi

“Ide dari klien ini ga bagus dan cenderung norak, bahkan masih jauh untuk menuju ide yang sudah saya siapkan. Tapi ingat jangan pernah mengatakan bahwa ide klien itu jelek dan ga bagus. Juga jangan pernah menggunakan kata ‘jangan’ atau ‘tidak’ kepada klien. Gunakanlah selalu kata positif dan tidak berpotensi menyinggung perasaannya.”

Ini baru salah satu dari sekian banyak kiat memikat klien atau lawan bicara yang dibeberkan oleh Om Bud, sapaan akrab Budiman Hakim. Tanpa mantra hipnotis, bahkan tanpa kata-kata yang menggurui, Om Bud membagikan pengalamannya dalam mempresentasikan atau meyakinkan lawan bicaranya untuk meyakini apa yang Om Bud yakini. Kebetulan, Om Bud berkecimpung dalam dunia kreatif, dunia yang menuntutnya agar mampu “menjual” ide-ide liarnya. Tidak mudah membuat orang yakin atas apa yang kita tawarkan.
Kenyataan ini juga dialami oleh Om Bud. Dipandang sebelah mata dan jadi bulan-bulanan cemoohan, anggap saja sebagai kawah candradimuka supaya mental dan wajah kita setebal kulit badak.

Lewat buku ini, Om Bud menularkan jurus-jurus jitu dalam presentasi. Presentasi rupanya cukup bermodalkan keberanian yang membara, bahasa tubuh yang santun, dan tutur kata yang ciamik. Ada banyak faktor yang berperan, salah satunya bagaimana bersikap di depan lawan bicara. Nah, itu butuh pengalaman. Di sinilah, Om Bud mengisahkan pengalaman-pengalaman. Di sini pula, kita bisa merefleksikan pengalaman Om Bud yang sarat akan komedi kehidupan.